Apa Itu API dan Bagaimana Aplikasi Saling Bertukar Data?

Aplikasi digital modern jarang bekerja sepenuhnya sendiri. Sebuah website dapat menampilkan informasi dari layanan lain, aplikasi mobile dapat mengambil data dari server, dan satu sistem dapat mengirim informasi menuju platform berbeda tanpa pengguna mengetahui proses yang berlangsung di belakangnya.

Salah satu teknologi yang memungkinkan komunikasi tersebut adalah API.

API menyediakan mekanisme agar perangkat lunak dapat meminta fungsi atau data dari sistem lain melalui aturan yang telah ditentukan. Sistem yang menggunakan API tidak harus mengetahui seluruh proses internal layanan tujuan. Ia cukup mengetahui bagaimana permintaan harus dibuat dan seperti apa respons yang akan diterima.

Memahami cara kerja API membantu menjelaskan mengapa berbagai layanan digital dapat saling terhubung meskipun dikembangkan menggunakan sistem yang berbeda. API menjadi semacam jembatan komunikasi yang memungkinkan pertukaran informasi dilakukan secara terstruktur.

Apa Itu API?

API merupakan singkatan dari Application Programming Interface.

Secara sederhana, API adalah antarmuka yang memungkinkan satu perangkat lunak berkomunikasi dengan perangkat lunak lainnya.

Bayangkan sebuah aplikasi membutuhkan informasi yang tersimpan pada server.

Daripada aplikasi memperoleh akses langsung ke seluruh sistem internal server, API dapat menyediakan jalur tertentu untuk meminta informasi yang memang diperbolehkan.

Alurnya dapat disederhanakan menjadi:

Aplikasi → API Request → Server → API Response → Aplikasi

Aplikasi mengirimkan permintaan sesuai aturan API. Server memproses permintaan tersebut kemudian memberikan respons.

Pendekatan ini membuat komunikasi antarsistem lebih terstruktur.

Mengapa Aplikasi Membutuhkan API?

Tanpa antarmuka yang jelas, menghubungkan dua sistem berbeda dapat menjadi jauh lebih rumit.

Setiap aplikasi mungkin menggunakan bahasa pemrograman, database, dan arsitektur yang berbeda.

API memberikan aturan komunikasi yang dapat digunakan tanpa mengharuskan satu aplikasi memahami seluruh struktur internal aplikasi lainnya.

Sebagai contoh, sebuah aplikasi cuaca dapat meminta informasi kondisi cuaca dari layanan penyedia data.

Aplikasi hanya perlu mengetahui alamat API, jenis permintaan, parameter yang diperlukan, dan format respons.

Bagaimana penyedia data mengumpulkan serta mengelola informasi di belakang server tidak harus diketahui oleh aplikasi tersebut.

Konsep inilah yang menjadi salah satu dasar cara kerja API.

API Dapat Diibaratkan sebagai Perantara

Untuk mempermudah pemahaman, API sering dianalogikan sebagai perantara.

Bayangkan pengguna berada di sebuah restoran.

Pengguna memilih makanan melalui menu, kemudian pesanan disampaikan ke dapur. Pengguna tidak harus masuk ke dapur atau mengetahui bagaimana seluruh proses memasak berlangsung.

Setelah makanan selesai, hasilnya diberikan kembali kepada pengguna.

Dalam analogi sederhana tersebut:

Pengguna = Aplikasi

Menu = Pilihan fungsi yang tersedia

Perantara = API

Dapur = Sistem atau Server

Makanan = Respons

Analogi ini memang tidak menggambarkan seluruh aspek teknis API, tetapi menunjukkan prinsip penting: sebuah sistem dapat meminta layanan tanpa harus memiliki akses langsung ke seluruh proses internal.

Apa Itu API Request?

API request adalah permintaan yang dikirimkan client menuju API.

Permintaan dapat berisi beberapa informasi.

Salah satunya adalah endpoint, yaitu alamat yang mewakili sumber daya atau fungsi tertentu.

Selain itu, request dapat membawa parameter, header, informasi autentikasi, atau data yang perlu diproses.

Sebagai contoh, sebuah aplikasi ingin meminta informasi mengenai artikel tertentu.

Permintaan dapat berisi identitas artikel sehingga server mengetahui data mana yang perlu dicari.

Setelah menerima request, server memeriksa permintaan tersebut dan menjalankan proses yang diperlukan.

Hasilnya kemudian dikembalikan melalui API response.

Apa Itu Endpoint?

Endpoint merupakan alamat tertentu yang tersedia melalui API.

Sebuah API dapat memiliki banyak endpoint karena masing-masing digunakan untuk kebutuhan berbeda.

Sebagai contoh konseptual:

/articles

dapat digunakan untuk sumber daya artikel.

Sementara:

/users

dapat digunakan untuk sumber daya pengguna.

Struktur sebenarnya berbeda pada setiap API.

Dokumentasi API biasanya menjelaskan endpoint yang tersedia, jenis permintaan yang dapat digunakan, parameter yang diterima, dan format data yang akan dikembalikan.

Karena itu, dokumentasi menjadi bagian penting ketika pengembang ingin menggunakan sebuah API.

Mengenal Metode HTTP dalam API

Banyak API web menggunakan metode HTTP untuk menunjukkan jenis tindakan yang ingin dilakukan.

Beberapa metode yang umum adalah GET, POST, PUT, PATCH, dan DELETE.

GET biasanya digunakan untuk meminta atau membaca data.

POST umumnya digunakan untuk mengirim data baru.

PUT atau PATCH dapat digunakan untuk memperbarui informasi, bergantung pada rancangan API.

DELETE digunakan untuk meminta penghapusan sumber daya.

Sebagai gambaran:

GET → Baca data

POST → Tambah data

PUT/PATCH → Perbarui data

DELETE → Hapus data

Arti dan perilaku tepatnya tetap mengikuti aturan API yang digunakan.

Penggunaan metode yang konsisten membuat cara kerja API lebih mudah dipahami oleh aplikasi yang berkomunikasi dengannya.

Server Memproses Permintaan API

Setelah request diterima, server perlu menentukan apa yang harus dilakukan.

Server dapat memeriksa endpoint, metode HTTP, parameter, data, serta informasi autentikasi.

Jika permintaan valid, aplikasi pada server menjalankan logika yang sesuai.

Misalnya client meminta daftar artikel.

Server dapat mengambil informasi dari database kemudian menyiapkan hasil dalam format yang dapat dibaca aplikasi.

Alurnya dapat menjadi:

Client → API → Aplikasi Server → Database

Kemudian:

Database → Aplikasi Server → API Response → Client

Client tidak harus berkomunikasi langsung dengan database.

API dan aplikasi server menjadi lapisan yang mengatur informasi apa yang boleh diminta dan bagaimana hasil diberikan.

Di balik proses tersebut, server memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menangani permintaan API. Pembahasan mengenai fungsi server website menjelaskan bagaimana server menerima request, menjalankan aplikasi, berkomunikasi dengan sumber data, dan mengirimkan response kepada client.

Bagaimana API Mengirimkan Respons?

Setelah permintaan selesai diproses, server mengirimkan response.

Respons dapat berisi data yang diminta maupun informasi mengenai hasil proses.

Banyak API modern menggunakan format JSON atau JavaScript Object Notation untuk pertukaran data.

JSON memungkinkan informasi disusun dalam struktur yang relatif mudah diproses berbagai bahasa pemrograman.

Contoh sederhana sebuah respons dapat berisi nama artikel, tanggal, kategori, dan informasi lain.

Aplikasi yang menerima data tersebut kemudian menentukan bagaimana informasi digunakan.

Website mungkin mengubahnya menjadi kartu artikel, sedangkan aplikasi mobile dapat menampilkannya dalam tampilan yang berbeda.

Data yang sama dengan demikian dapat digunakan oleh beberapa jenis aplikasi.

Apa Itu Status Code?

API berbasis HTTP juga dapat menggunakan HTTP status code untuk memberikan informasi mengenai hasil sebuah permintaan.

Beberapa kelompok status yang umum antara lain:

2xx menunjukkan permintaan berhasil diproses dalam konteks tertentu.

4xx menunjukkan adanya masalah yang berkaitan dengan permintaan client.

5xx menunjukkan masalah pada sisi server ketika menangani permintaan.

Contoh yang cukup dikenal adalah 200 OK, yang menunjukkan permintaan berhasil.

Ada pula 404 Not Found ketika sumber daya yang diminta tidak ditemukan.

Status code membantu aplikasi mengetahui apakah permintaan berhasil atau apakah perlu melakukan tindakan lain.

API dan Autentikasi

Tidak semua API dapat digunakan secara bebas.

Sebagian API membutuhkan autentikasi untuk mengetahui siapa yang membuat permintaan dan apakah pihak tersebut memiliki izin yang sesuai.

Salah satu pendekatan adalah menggunakan API key.

Ada pula sistem yang menggunakan token dan protokol autentikasi yang lebih kompleks.

Informasi autentikasi biasanya dikirimkan bersama request sesuai aturan layanan.

Server kemudian melakukan pemeriksaan sebelum memberikan akses ke sumber daya tertentu.

Autentikasi menjadi bagian penting dalam cara kerja API, terutama ketika API berhubungan dengan informasi yang tidak boleh tersedia untuk semua pihak.

Authentication dan Authorization Tidak Sama

Dua istilah yang sering muncul dalam keamanan API adalah authentication dan authorization.

Authentication berkaitan dengan proses memastikan identitas pihak yang melakukan permintaan.

Authorization menentukan apa yang boleh dilakukan oleh identitas tersebut.

Sebagai contoh, sistem mungkin sudah mengetahui bahwa sebuah request berasal dari pengguna tertentu.

Namun pengguna tersebut belum tentu memiliki izin untuk menghapus data milik pengguna lain.

Karena itu:

Authentication → Siapa Anda?

Authorization → Apa yang boleh Anda lakukan?

Keduanya memiliki fungsi berbeda dan sama-sama penting dalam pengelolaan akses.

Rate Limiting Membatasi Jumlah Permintaan

API dapat menerima banyak permintaan dalam waktu singkat.

Jika tidak dikelola, jumlah request yang sangat besar dapat menggunakan sumber daya server secara berlebihan.

Rate limiting digunakan untuk membatasi jumlah permintaan berdasarkan aturan tertentu.

Misalnya sebuah client hanya diperbolehkan melakukan sejumlah request dalam periode tertentu.

Jika batas terlampaui, server dapat menolak sementara permintaan tambahan.

Rate limiting dapat membantu menjaga stabilitas layanan sekaligus mengurangi penyalahgunaan sumber daya.

Aturannya berbeda antara satu API dan API lainnya.

REST API dan Konsep Resource

Salah satu istilah yang sering ditemukan adalah REST API.

REST merupakan gaya arsitektur yang memiliki sejumlah prinsip untuk membangun layanan web.

Dalam API yang mengikuti pendekatan REST, informasi sering dipandang sebagai resource yang dapat diakses melalui endpoint.

Metode HTTP kemudian digunakan untuk melakukan tindakan terhadap resource tersebut.

Namun tidak semua API menggunakan REST.

Ada pendekatan lain seperti GraphQL, RPC, dan berbagai protokol komunikasi yang dirancang untuk kebutuhan berbeda.

Karena itu, API sebaiknya dipahami sebagai konsep yang lebih luas daripada satu teknologi tertentu.

API Memungkinkan Satu Backend Digunakan Banyak Aplikasi

Salah satu manfaat API adalah pemisahan antara sistem backend dan tampilan pengguna.

Sebuah perusahaan dapat memiliki website dan aplikasi mobile yang menggunakan sumber data sama.

Alih-alih membuat database dan logika terpisah untuk setiap aplikasi, backend dapat menyediakan API.

Website meminta data melalui API.

Aplikasi Android dapat menggunakan API yang sama.

Aplikasi iOS juga dapat melakukan hal serupa.

Secara sederhana:

Website ↘

Aplikasi Mobile → API → Backend → Database

Sistem Lain ↗

Pendekatan ini membuat berbagai aplikasi dapat menggunakan layanan yang sama dengan antarmuka masing-masing.

Ketika backend membutuhkan informasi, data tersebut dapat berasal dari database yang dikelola secara terstruktur. Pembahasan mengenai cara kerja database website menjelaskan bagaimana data disimpan, dicari melalui query, diperbarui, dan dikembalikan kepada aplikasi saat diperlukan.

Apakah API Selalu Berada di Internet?

Tidak.

API dapat digunakan dalam berbagai lingkungan.

Ada API yang tersedia secara publik melalui internet, API yang hanya dapat digunakan mitra tertentu, serta API internal yang hanya digunakan di dalam sebuah organisasi atau sistem.

Bahkan sistem operasi dan library perangkat lunak menyediakan API agar aplikasi dapat menggunakan fungsi tertentu.

Jadi ketika membahas cara kerja API, konsepnya tidak terbatas pada website.

API pada dasarnya merupakan antarmuka yang memungkinkan perangkat lunak menggunakan kemampuan perangkat lunak lainnya melalui aturan yang telah ditentukan.

Mengapa Keamanan API Penting?

API dapat menjadi jalur menuju fungsi dan data sebuah aplikasi.

Karena itu, keamanan perlu menjadi bagian dari perancangannya.

Autentikasi dan authorization perlu diterapkan dengan tepat. Data sensitif tidak seharusnya diberikan kepada client yang tidak memiliki izin.

Komunikasi API melalui internet juga umumnya menggunakan HTTPS agar data dalam perjalanan mendapatkan perlindungan TLS.

Validasi input, rate limiting, pencatatan aktivitas, pembaruan sistem, dan pengelolaan kredensial merupakan beberapa aspek lain yang dapat dipertimbangkan.

API yang dirancang dengan baik tidak hanya mudah digunakan tetapi juga membatasi akses sesuai kebutuhan.

Perlindungan komunikasi tersebut dapat dipahami lebih lanjut melalui pembahasan cara kerja HTTPS, termasuk bagaimana TLS, sertifikat digital, dan enkripsi membantu mengamankan pertukaran data antara client dan server.

Ringkasan Cara Kerja API

Secara sederhana, cara kerja API dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Client membutuhkan data atau fungsi tertentu.
  2. Client mengirimkan request ke endpoint API.
  3. Request membawa metode, parameter, atau data yang diperlukan.
  4. Server memeriksa permintaan dan autentikasi jika dibutuhkan.
  5. Aplikasi menjalankan logika yang sesuai.
  6. Server dapat mengambil atau memperbarui informasi pada database.
  7. API mengirimkan response kepada client.
  8. Client membaca hasil dan menggunakannya dalam aplikasi.

Seluruh proses tersebut memungkinkan dua sistem berkomunikasi tanpa harus membuka seluruh mekanisme internal masing-masing.

FAQ tentang Cara Kerja API

Apa fungsi utama API?

API menyediakan antarmuka agar satu perangkat lunak dapat meminta data atau menggunakan fungsi dari perangkat lunak lainnya melalui aturan yang telah ditentukan.

Apa perbedaan API dan database?

Database digunakan untuk menyimpan serta mengelola data. API menyediakan antarmuka komunikasi. Aplikasi dapat menggunakan API untuk meminta data yang pada akhirnya mungkin berasal dari database.

Apa itu API endpoint?

Endpoint adalah alamat atau titik akses tertentu pada API yang digunakan untuk berinteraksi dengan resource atau fungsi tertentu.

Apakah API harus menggunakan JSON?

Tidak. JSON sangat umum digunakan pada API web modern, tetapi API dapat menggunakan format data lain sesuai teknologi dan kebutuhannya.

Apakah API aman?

API dapat dirancang dengan mekanisme keamanan seperti HTTPS, autentikasi, authorization, validasi, dan rate limiting. Tingkat keamanannya bergantung pada desain serta implementasi sistem.

Kesimpulan

Memahami cara kerja API membantu menjelaskan bagaimana website, aplikasi mobile, server, dan berbagai layanan digital dapat saling bertukar informasi secara terstruktur. Client mengirimkan request melalui endpoint, server memproses permintaan, dan hasilnya diberikan kembali melalui response.

Metode HTTP, status code, JSON, autentikasi, authorization, serta rate limiting merupakan beberapa komponen yang sering digunakan dalam ekosistem API modern.

API pada akhirnya menjadi jembatan yang memungkinkan berbagai perangkat lunak bekerja bersama tanpa harus mengetahui seluruh proses internal satu sama lain. Untuk mempelajari lebih banyak teknologi yang bekerja di balik aktivitas digital sehari-hari, pembaca dapat kembali menjelajahi JBLTOTO sebagai pusat pembahasan mengenai dunia di balik layar digital.